Minggu, 19 Juli 2026

Benarkah Madu Lebih Baik dari Gula Pasir? Begini Penjelasan Ilmiah Denny Kristiawan Beberkan Kandungan Rahasia di Balik Madu

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Minggu, 30 November 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi madu dan gula. (Freepik)
Ilustrasi madu dan gula. (Freepik)

“Masalahnya bukan ‘gula’, tapi sumbernya,” tegasnya.

Kalimat ini menjadi kunci untuk memahami perbedaan antara gula pasir dan madu.

Menurutnya, konsumsi gula pasir dalam jumlah berlebih dapat membebani kerja insulin dan memicu resistensi insulin, kondisi yang menjadi akar dari diabetes tipe 2.

Baca Juga: Campuran Minyak dan Madu Ini Sukses Rontokkan Koleterol Jahat di Dalam Tubuh, Nyemil Daging Kambing Tak Risau Lagi

Dalam unggahannya ia menyebut diabetes tipe 2 sering dijuluki sebagai “Mother of Disease” karena memicu lebih dari sepuluh komplikasi kronis seperti hipertensi, gangguan ginjal, fatty liver, penyakit jantung, hingga peradangan sistemik jangka panjang.

Penjelasan Denny tersebut berdasarkan pada penelitian Sigala et al. (2021) dan PMID: 29507651.

Setelah membahas gula pasir, Denny beralih ke madu dan memaparkan perbedaan mendasar antara keduanya.

Ia menjelaskan bahwa semua madu asli apakah itu madu hutan, madu peternakan, ataupun raw honey secara alami mengandung sekitar 80–85% karbohidrat berupa fruktosa dan glukosa.

Namun, kata Denny, yang membuat madu berbeda bukanlah persentase gula tersebut, melainkan kandungan tambahan yang tidak dimiliki gula pasir, seperti enzim, mineral, asam organik, dan antioksidan.

Komponen-komponen inilah yang berperan dalam membuat respons glikemik madu lebih stabil ketika dikonsumsi.

Penjelasan ilmiah ini membuat banyak warganet baru menyadari mengapa madu sering dianggap lebih ramah bagi tubuh dibandingkan gula pasir meski sama-sama manis.

Baca Juga: Waspada, Kandungan Berbahaya dalam Minuman Kemasan, Bisa Picu Gagal Ginjal Sejak Usia Dini? Ini Kata Dokter

Penjelasan Denny semakin menarik ketika ia mengutip bukti ilmiah paling mutakhir.

Ia menyampaikan bahwa meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa madu cenderung memberikan efek metabolik yang lebih baik dibandingkan gula olahan.

Dalam captionnya, ia menuliskan bahwa madu dapat menghasilkan respons glikemik lebih stabil dan mendukung profil lipid lebih baik jika digunakan sebagai pengganti gula pasir, merujuk pada penelitian Ahmed et al. dalam Nutrition Reviews (2023).

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @regainyouth.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X