Galaxy Z Fold 7 juga hadir dengan cover screen yang diperluas. Kini memiliki rasio 21:9, berbeda dari Fold 6 yang masih mengusung rasio 22,1:9. Rasio baru ini menjadikannya lebih proporsional dan nyaman digunakan seperti smartphone candy bar biasa.
Layar utama Fold 7 berukuran 8 inci dengan panel Dynamic AMOLED 2X, resolusi QXGA, dan refresh rate LTPO yang bisa turun hingga 1 Hz untuk menghemat daya.
Salah satu klaim paling berani datang dari bagian kamera. Samsung menyematkan sensor 200 MP yang sama dengan Galaxy S25 Ultra ke dalam Fold 7. Hal ini menjanjikan performa foto dan video yang sekelas flagship murni, meski masih perlu diuji dalam penggunaan sehari-hari.
Meski lensa ultrawide dan telefoto-nya masih mirip Fold 6, kehadiran sensor utama ultra ini membuka harapan bahwa foldable kini tak lagi “mengorbankan” kualitas kamera.
Kejutan lainnya adalah penggunaan One UI 8 berbasis Android 16—menjadikan Fold 7 dan Flip 7 sebagai perangkat Samsung pertama yang menggunakannya. One UI 8 tampil dengan animasi visual yang lebih hidup dan personalisasi yang lebih variatif.
Samsung juga menjanjikan dukungan update software hingga 7 tahun, termasuk pembaruan sistem operasi dan patch keamanan.
Fold 7 ditenagai oleh Snapdragon 8 Elite for Galaxy yang menawarkan peningkatan performa: CPU 38% lebih cepat, GPU 26% lebih kencang, dan NPU 41% lebih bertenaga dari generasi sebelumnya. RAM tersedia dalam varian 12 GB dan 16 GB, dengan penyimpanan hingga 1 TB.
Meski kapasitas baterainya tetap 4.400 mAh, efisiensi dari prosesor baru dan layar LTPO seharusnya membuat daya tahan Fold 7 lebih baik dari pendahulunya. Sayangnya, perangkat ini tidak lagi mendukung S Pen.
Beralih ke Galaxy Z Flip 7, Samsung juga memberi perhatian serius. Cover screen kini melebar hingga 4,1 inci, dengan bezel sangat tipis 1,2 mm yang menyatu hingga area kamera depan. Kombinasi layar besar dan One UI 8 memberikan nuansa baru yang lebih modern dan interaktif.
Baterai Flip 7 juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 4.300 mAh, hanya selisih 100 mAh dari Fold 7 yang ukurannya jauh lebih besar. Hal ini menciptakan pertanyaan unik: bagaimana bisa perangkat sekecil Flip memiliki baterai sebesar itu?
Flip 7 juga ditenagai Exynos 2500, chipset terbaru Samsung dengan fabrikasi 3nm. Meskipun performanya belum sebanding dengan Snapdragon 8 Elite, namun efisiensi dan pengolahan gambar menjadi nilai jual tersendiri.
Samsung juga mengumumkan adanya kenaikan harga sekitar Rp2 hingga Rp3 juta pada Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7 dibandingkan generasi sebelumnya. Meski begitu, konsumen tidak perlu khawatir, karena kenaikan tersebut diimbangi dengan berbagai promo menarik.
Salah satunya adalah program free upgrade ke varian memori yang lebih tinggi. Selain itu, tersedia pula cashback melalui sejumlah mitra perbankan, serta program tukar tambah (trade-in) yang memudahkan pengguna lama untuk beralih ke perangkat terbaru.
Yang tidak kalah menarik adalah paket layanan Z Premiere, yang mencakup garansi all risk selama satu tahun, garansi layar (LCD) hingga dua kali dalam dua tahun, serta layanan anti gores gratis selama tiga tahun untuk menjaga keawetan layar bagian dalam.
Artikel Terkait
Kosakata Unik dari Batak Pakpak, ‘Palum’ Kini Jadi Antonim Haus dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
DP3AKB Jember Susun Sejumlah Cara Tekan Angka Stunting, Mujarabkah?
Hati-Hati Lifebuoy Palsu Berkedok Repack, Pria Ini Bongkar Sabun Cair Palsu yang Telah Dijual Online di Pasaran
Akhirnya Terungkap! Ternyata Hasil Autopsi Juliana Marins di Brasil Tegaskan Trauma Parah, Sesuai Temuan Forensik Indonesia?
Waspada! Penipuan Lowongan Kerja Kian Marak, Anak Muda Jadi Sasaran Utama, Simak 5 Tips dari Kemnaker
Lewat CASA dan Digitalisasi, BRI Bukukan Dana Murah Rp934 Triliun di Tengah Gejolak Ekonomi Global