Ekoenzim adalah cairan serbaguna ramah lingkungan yang dapat menggantikan sabun berbahan kimia. Berikut langkah-langkahnya:
1. Siapkan sampah organik seperti kulit buah atau buah busuk.
2. Campurkan dengan air dan gula merah dengan perbandingan 10:1:1 (air:kulit buah:gula merah).
3. Masukkan ke dalam botol, tutup rapat, dan biarkan terfermentasi selama 3 bulan.
4. Pada minggu pertama, buka tutup botol setiap hari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk.
5. Setelah 3 bulan, ekoenzim siap digunakan untuk mencuci piring, mencuci buah, cairan pel, dan sebagainya.
Cara Membuat Ekobrik
Ekobrik adalah botol yang diisi padat dengan sampah plastik untuk dijadikan bahan bangunan atau furnitur sederhana. Berikut caranya:
1. Siapkan botol plastik bekas dan sampah plastik yang sudah dibersihkan.
2. Masukkan sampah plastik ke dalam botol.
3. Padatkan dengan tongkat kayu hingga botol terisi penuh dan padat.
4. Timbang hingga mencapai berat sekitar 2,5 kg.
5. Ekobrik siap digunakan untuk membuat kursi, meja, atau bahkan pengganti batu bata.
Kedua produk ini memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Ekoenzim dapat digunakan sebagai sabun pembersih piring, pencuci sayuran, hingga pembasmi hama tanaman.
Artikel Terkait
Jatim Jadi Provinsi dengan Bank Sampah Terbanyak, Khofifah Ingin Wujudkan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik
BRI Gencarkan Aksi Nyata Hadapi Darurat Sampah Plastik, Targetkan Nol Limbah ke TPA
Target 2029, Sampah Harus Tuntas: Prabowo Siapkan Strategi Nasional Waste to Energy Libatkan Danantara
Suporter Indonesia di Jepang Viral Pungut Sampah Usai Laga, Dapat Pujian Netizen Meski Timnas Kalah 6-0
Keluhkan Sampah Meluber Ke Jalan di Depo Bedengan Ambulu, DLH Lakukan Upaya Pembersihan dan Ajak Masyarakat Buang Sampah pada Tempatnya