SketsaNusantara.id - Kata palum mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang, tetapi istilah ini sebenarnya berasal dari kearifan lokal suku Batak Pakpak.
Dalam bahasa Batak Pakpak, palum menggambarkan kondisi ketika seseorang sudah tidak merasa haus lagi setelah minum.
Terpantau oleh SketsaNusantara.id di website resmi KBBI, kata ini resmi diakui sebagai lawan kata dari haus.
Penggunaan palum dalam percakapan sehari-hari bisa menjadi alternatif yang lebih tepat ketika ingin menyebut keadaan di mana seseorang sudah tidak membutuhkan minum lagi, seperti:
"Setelah minum air kelapa, aku merasa palum"
"Anak itu menangis karena haus, tetapi setelah menyusu, ia langsung palum dan tertidur."
Kehadiran kata palum dalam KBBI membuktikan bahwa bahasa Indonesia terus berkembang dengan mengadopsi dari berbagai daerah.
Proses masuknya sebuah kata ke dalam KBBI tidak mudah—harus melalui penelitian, verifikasi, dan pertimbangan dari tim ahli bahasa.
Dengan diakuinya palum, masyarakat kini memiliki pilihan kata yang lebih bervariasi untuk mendeskripsikan sensasi setelah minum, selain frasa seperti "tidak haus lagi" atau "sudah cukup minum."
Bagi sebagian orang, istilah palum sendiri mungkin terasa baru, tetapi justru di sinilah keunikan bahasa Indonesia.
Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan dari kekayaan budaya Nusantara.
Artikel Terkait
Tak Lagi Sama Berondong, Erika Carlina Bongkar Alasan Pilih Bravyson Vconk Jadi Pasangannya
Punya Prinsip Hidup Baru? Vidi Aldiano Ceritakan Soal Kondisi Tubuhnya Saat Ini: Gapapa Kanker yang Penting...
Fiersa Besari Muncul di Konser For Revenge Sang Derana, Apa akan Comeback?
Polri Minta Tambahan Anggaran Rp63,7 Triliun, Netizen Protes hingga Singgung Damkar dan Basarnas
Sandiaga Uno Ungkap Kenapa Orang Indonesia Lebih Memilih Berobat ke Malaysia: Kuncinya 3P