3. Perayaan Tanpa Tiket, Tanpa Bayaran, Tapi Penuh Makna
Sejak awal, Fête de la Musique mengusung dua prinsip utama: mendorong musisi (amatir dan profesional) untuk tampil di ruang publik, serta memastikan semua konser bersifat gratis.
Tidak ada tiket masuk, dan musisi pun tidak dibayar. Semuanya dilakukan demi semangat berbagi dan membuka akses musik untuk semua orang.
4. Dari Paris ke 120 Negara
Popularitas festival ini melonjak cepat. Dalam beberapa dekade terakhir, lebih dari 120 negara di dunia telah mengadopsi semangat Hari Musik Sedunia, dengan beragam versi lokalnya.
Nama acaranya pun beragam: World Music Day, International Music Day, atau tetap menggunakan istilah aslinya, Fête de la Musique.
5. Musik sebagai Bahasa Universal
Hari Musik Sedunia bukan hanya soal konser atau hiburan. Hari tersebut adalah pengingat bahwa musik punya kekuatan untuk menyatukan, menyembuhkan, bahkan menginspirasi perubahan sosial.
Jadi, saat 21 Juni tiba, keluarlah dan rayakan musik, dalam bentuk apa pun. Karena seperti yang ditunjukkan sejarahnya, musik adalah milik semua orang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Konser Gratis Iwan Fals di Bali: Kolaborasi Musik dan Gerakan Hijau, Tanam 1.958 Pohon untuk Indonesia
5 Fakta Menarik Rachel Cia, Wanita yang Dekat dengan Dikta: Sukses di Bidang Musik hingga Female Drifter
Ikuti Jejak Tiara Andini, Sang Adik Aurelia Syaharani Siap Ramaikan Industri Musik Tanah Air
Shabrina Leanor Resmi Jadi Juara Indonesian Idol Season 13, Netizen Soroti Nasib Juara 1 di Industri Musik Tanah Air
Apa itu Glundengan? Mengenal Asal Mula Seni Musik Budaya Asli Jember yang Hampir Punah, Kalah Pamor dari Sound Horeg