Namun, sistem apartemen kepiting juga memiliki beberapa kekurangan. Tonny secara transparan memaparkan pertimbangannya sebagai berikut:
Kelebihan:
1. Efisiensi ruangan karena memiliki desain bertingkat.
2. Kontrol lingkungan lebih baik karena kita bisa menjaga kualitas air, pakan, dan suhunya.
3. Produksi berkelanjutan karena stok kepiting tersedia sepanjang waktu tanpa menunggu musim.
Kekurangan:
1. Biaya investasi saat membangun sistem untuk pertama kali lumayan tinggi.
2. Harus berkomitmen melakukan perawatan sistem yang rutin.
3. Harus memiliki pengetahuan teknis terhadap mesin agar bisa mengoperasikannya secara optimal, sehingga memerlukan pelatihan khusus.
Akan tetapi, jika berhasil berkomitmen penuh, hasil yang didapat dari mengembangkan budi daya ini sangat menguntungkan.
Selain kesempatan untuk memasarkan kepiting-kepiting yang gemuk dan berkualitas sepanjang tahun, budi daya ini juga membuka lebih banyak kesempatan ekspor kepiting di Indonesia. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Teh Cascara Vanilli, Produk Minuman Unik yang Ramah Lingkungan, Kolaborasi Mawa Unej dan Timor Leste
BRI Dukung UMKM Kebumen: Agrominafiber Handicraft Ekspor Produk Ramah Lingkungan
BRI Perkuat Prinsip ESG: Inisiatif Ramah Lingkungan dan Keuangan Berkelanjutan
Jalan-Jalan ke Pasar Papringan: Surga Jajanan Tradisional Berbahan Alami di Tengah Kebun Bambu Jawa Tengah
Toko Kue yang 'Rekam' Kisah Romantis Soe Hok Gie Ini Masih Bertahan di Tengah Menjamurnya Bakery Modern