Kamis, 4 Juni 2026

Apa Tema Hari Peduli Autisme Sedunia 2025? Intip Sejarah dan Tujuan Peringatan World Autism Awareness Day yang Diperingati Setiap Tanggal 2 April

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 2 April 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi - Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia yang diperingati setiap 2 April setiap tahunnya (Pexels/Polina Kovaleva)
Ilustrasi - Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia yang diperingati setiap 2 April setiap tahunnya (Pexels/Polina Kovaleva)

SketsaNusantara.id - Tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia atau World Autism Awareness Day (WAAD).

Peringatan ini merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang hak-hak penyandang autisme.

Tujuannya untuk mendukung individu dengan autisme agar dapat hidup secara inklusif dalam masyarakat. Lantas, bagaimana sejarah dan asal mula peringatan World Autism Awareness Day ini?

Baca Juga: Kumpulan Twibbon Peringatan HUT ke-720 Daerah Istimewa Yogyakarta 13 Maret 2025, Ada Logo dan Tema Resmi Bisa Diunduh Gratis

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman United Nations (UN), Autisme merupakan istilah yang pertama kali digagas oleh psikiater Eugen Bleuler pada tahun 1911.

Autisme merupakan gambaran terhadap individu dengan gejala tertentu yang dianggap sebagai gejala skizofrenia. Seseorang yang mengidap autisme akan menarik diri dari pergaulan ekstrem dan susah membaur dengan masyarakat normal.

Gangguan Spektrum Autisme (GSA) adalah gangguan perkembangan yang memengaruhi perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial seseorang.

Kondisi ini ditandai dengan kesulitan dalam berkomunikasi, keterbatasan dalam bersosialisasi, serta pola perilaku berulang.

Baca Juga: Apa itu Culture Shock? Inilah yang Dialami Happy Salma Usai Menikah dengan Keturunan Bangsawan Bali, Bisa Berpengaruh pada Kesehatan Mental?

Istilah autisme pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner pada tahun 1943 dalam artikelnya yang berjudul "Autistic Disturbances of Affective Contact". Ia menggambarkan autisme sebagai gangguan sosial dan emosional yang menghambat interaksi individu dengan orang lain.

Setahun kemudian, pada 1944, Hans Asperger menerbitkan artikel yang menjelaskan autisme sebagai kondisi yang dialami anak-anak dengan kecerdasan normal, tetapi mengalami kesulitan dalam keterampilan sosial dan komunikasi.

Penelitian dari kedua ilmuwan tersebut menjadi dasar pemahaman modern tentang autisme dan mendorong lahirnya Hari Peduli Autisme Sedunia, yang diperingati setiap 2 April.

Baca Juga: Update Baru! 10 Link Twibbon Peringatan Hari Isra Miraj 2025, Desain Islami Cocok untuk Story Media Sosial

Peringatan ini diresmikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 18 Desember 2007. Penetapan ini diusulkan oleh Negara Qatar dan didukung oleh semua negara anggota PBB.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: un.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X