Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Tradisi Bagi-Bagi Uang saat Momen Hari Raya Idul Fitri dan Hukumnya, Punya Banyak Nilai...

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Selasa, 1 April 2025 | 13:00 WIB
Makna tradisi membagikan uang kepada anak-anak ketika merayakan hari raya Idul Fitri di Indonesia. (Unsplash.com/@Muhammad Daudy.)
Makna tradisi membagikan uang kepada anak-anak ketika merayakan hari raya Idul Fitri di Indonesia. (Unsplash.com/@Muhammad Daudy.)

SketsaNusantara.id- Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah momentum istimewa yang selalu dirayakan oleh para umat Islam, termasuk di Indonesia.

Hal tersebut karena umat Islam telah meraih kemenangannya usai menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan penuh dalam bentuk hari raya Idul Fitri.

Masyarakat Indonesia sendiri, memiliki banyak tradisi dan kebiasaan yang khas dalam menyambut hari raya Idul Fitri tersebut.

Baca Juga: Catat! Nomor Telepon Darurat saat Mudik Lebaran 2025, Ada Call Center Jasa Marga hingga Info Jalan Tol

Salah satunya adalah dengan membagikan uang kepada sanak keluarga ataupun kerabat dekat, terutama anak-anak.

Masyarakat pun banyak yang mengumpulkan berbagai uang pecahan dari Rp2 ribu hingga Rp50 ribu dan Rp100 ribu.

Bahkan, mereka sampai harus memesannya jauh-jauh hari dari bank yang memang menyediakan banyak pecahan uang sebelum lebaran.

Baca Juga: Siapa Pacar Baru King Nassar? 10 Tahun Menduda, Mantan Suami Muzdalifah Siap Kenalkan Calon Mantu ke Ibunda Usai Lebaran

Ternyata, masyarakat melakukan itu karena ingin mewujudkan perasaan bahagianya di momen lebaran dengan berbagi rezeki.

Uang yang sering dibagikan pada hari raya tersebut sering disebut dengan nama 'salam tempel' atau angpau, dilansir SketsaNusantara.id dari website nu.or.id.

Budaya yang sering disebut berasal dari pengaruh tradisi Arab dan Tionghoa ini punya banyak nilai positifnya.

Baca Juga: Masuk Peringkat ke-27 di Jawa Tengah, Inilah Besar UMK Kabupaten Temanggung 2025, Cukup untuk THR Lebaran Tahun Ini?

Selain berbagi rezeki, budaya ini juga memperlihatkan kepekaan sosial dan menumbuhkan ikatan yang erat antara yang memberi dan menerima.

Tetapi perlu diperhatikan juga bahwa tradisi tersebut dilakukan dengan perasaan ikhlas tanpa paksaan apapun.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X