SketsaNusantara.id - Kesultanan Yogyakarta adalah salah satu kerajaan di Indonesia yang masih bertahan hingga kini.
Didirikan pada tahun 1755 sejak Perjanjian Gianti, kerajaan ini sebenarnya memiliki sejarah panjang yang berakar dari Kesultanan Mataram Islam. Jadi, bisa dibilang usianya mencapai lebih dari 400 tahun.
Namun, di balik ketahanannya, ada rahasia besar yang jarang diketahui, yakni ajaran Sunan Kalijaga yang diwariskan kepada pendiri Mataram, Sutawijaya atau Panembahan Senapati.
Sunan Kalijaga dikenal sebagai salah satu Wali Songo yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Jawa.
Ia tidak hanya berdakwah, tetapi juga memberikan wejangan kepada para pemimpin, termasuk Sutawijaya, pendiri Kerajaan Mataram.
Ajaran-ajarannya, yang tercatat dalam Babad Matawis, menjadi pedoman dalam membangun kerajaan yang ideal.
Dikutip SketsaNusantara.id, KH Agus Sunyoto dalam buku Atlas Wali Songo mencatat bahwa Sunan Kalijaga digambarkan sebagai wali berusia lanjut dan mengalami perubahan sejak zaman Majapahit akhir, Demak, Pajang, hingga masa awal Mataram.
Sunan Kalijaga dianggap sebagai pelindung Kerajaan Mataram. Putra Sunan Kalijaga yang bernama Sunan Adi, menjadi penasihat ruhani penguasa Mataram awal Panembahan Senapati.
Sunan Kalijaga mengajarkan bahwa kehidupan harus dijalani dengan keseimbangan antara lahir dan batin.
Piwulang atau ajaran Sunan Kalijaga itulah yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Sutawijaya menerapkannya dalam pemerintahan Mataram dan mengajarkannya kepada para penerusnya, termasuk garis keturunan yang berlanjut hingga Kesultanan Yogyakarta.