jelajah

Jejak Ulama Cina Guru Sunan Kudus, Ada Legenda Masjid Tiban yang 'Turun dari Langit'

Selasa, 7 Januari 2025 | 07:30 WIB
Legenda Masjid Nganguk peninggalan Sunan Kudus dan Kyai Telingsing. (Google Maps/Ahmad Fadholi)

SketsaNusantara.id - Di balik gemerlap sejarah para wali penyebar Islam di tanah Jawa, kisah Sunan Kudus sering kali dibalut misteri.

Raden Jakfar Shadiq, nama asli Sunan Kudus, adalah tokoh yang dihormati karena perannya dalam menyebarkan agama Islam di wilayah tersebut. Namun, bagaimana perjalanan spiritualnya jarang diceritakan dalam historiografi lokal.

Cerita tutur masyarakat menjadi sumber utama yang mengungkap sisi lain dari perjalanan Sunan Kudus.

Baca Juga: Mengulik Kisah Intip Ketan, Makanan Jadul Kesukaan Sunan Kudus yang Kini Jadi Kuliner Khas Jawa Tengah, Hanya Ada di Waktu Khusus

Salah satu kisah menarik adalah hubungan Sunan Kudus dengan seorang ulama Cina muslim bernama Kyai Telingsing. Perjalanan hidup keduanya erat kaitannya dengan penyebaran Islam dan pembangunan simbol-simbol keagamaan di Pulau Jawa.

Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Atlas Wali Songo karya KH Agus Sunyoto, Kyai Telingsing, atau The Ling Sing, dikenal sebagai pendakwah yang tinggal di Desa Tajug, kawasan subur yang terletak di antara Sungai Tanggulangin dan Sungai Juwana.

Selain menyebarkan ajaran Islam, ia juga dikenal sebagai ahli seni mengukir dan pertukangan. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah yang dilakukan tidak hanya berupa penyebaran agama, tetapi juga pengajaran keterampilan praktis bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Gara-Gara Ikan dan Air, Saridin alias Syekh Jangkung Diusir Sunan Kudus hingga Jadi Wali di Pati, Makamnya Ada 2?

Kedatangan Kyai Telingsing ke Jawa dikaitkan dengan perjalanan Laksamana Cheng Ho, seorang tokoh legendaris dari Tiongkok.

Cheng Ho yang dikenal sebagai pelaut Muslim, membawa misi diplomasi sekaligus menyebarkan Islam. Kyai Telingsing diduga salah satu anak buahnya yang ditinggalkan di Jawa untuk melanjutkan dakwah.

Setelah menetap cukup lama di Desa Tajug, Kyai Telingsing ingin mencari penerus dakwahnya karena usianya yang sudah lanjut.

Baca Juga: Kesaktian Kyai Pradah, Gong Pusaka Mertua Sunan Kudus saat Taklukkan Majapahit, Kenapa Disimpan di Blitar?

Dalam cerita tutur, diceritakan bahwa suatu hari ia berdiri di depan rumahnya sambil menengok ke kanan dan ke kiri, seolah mencari seseorang.

Saat itu, ia bertemu dengan Raden Jakfar Shadiq yang datang dari arah selatan. Pertemuan ini menjadi awal mula kerja sama keduanya dalam membangun Masjid Nganguk, masjid legendaris yang disebut-sebut sebagai masjid tiban karena proses pembangunannya yang sangat cepat seolah tiba-tiba saja turun dari langit.

Halaman:

Tags

Terkini