SketsaNusantara.id - Perayaan Tahun Baru telah menjadi tradisi global yang identik dengan kemeriahan dan gemerlap kembang api menyambut pergantian tahun.
Namun, tahukah Anda? Ternyata tidak semua negara di dunia ikut merayakan tahun baru masehi yang secara umum dilakukan setiap tanggal 1 Januari.
Hal ini dikarenakan budaya dari berbagai negara tidak mengikuti perhitungan berdasarkan kalender Gregorian atau kalender Masehi yang secara umum digunakan di dunia termasuk di Indonesia.
Perayaan tahun baru di berbagai negara juga tak melulu diisi dengan pesta kembang api dan biasanya dengan menggelar berbagai festival sesuai kebudayaan masing-masing yang penuh makna.
Dihimpun SketsaNusantara.id dari situs Hindian Times dan berbagai sumber, berikut sederet negara yang tidak merayakan Tahun Baru Masehi secara umum pada 1 Januari.
1. Arab Saudi: Tahun Baru Islam
Negara Arab Saudi, mengikuti kalender Islam atau kalender Hijriah sehingga tak ikut merayakan tahun baru Maeshi pada 1 Januari.
Hari pertama Tahun Baru Islam jatuh pada bulan Muharram, yang penentuannya dilakukan berdasarkan pengamatan bulan sabit.
Sebagai negara yang berlandaskan hukum Islam, Arab Saudi tidak merayakan Tahun Baru Masehi dengan kemeriahan seperti di negara lain.
Tahun Baru Islam juga dirayakan di Indonesia karena mayoritas penduduknya menganut agama Islam yang menjadi momen refleksi spiritual bagi umat muslim di tanah air.