Tidak ada plastik yang digunakan di sini. Semua makanan disajikan menggunakan daun pisang, daun jati, batok kelapa, atau wadah dari tanah liat.
Sendok pun dibuat dari kayu, sejalan dengan konsep tradisional yang diusung. Pengelolaan yang ramah lingkungan ini menjadi salah satu alasan mengapa Desa Lerep mendapatkan sertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan.
Musik gamelan yang mengalun lembut menemani pengunjung selama berada di pasar.
Kombinasi suara tradisional ini dengan pemandangan indah Embung Sebligo berlatar Gunung Ungaran memberikan pengalaman unik yang sulit dilupakan.
Desa Wisata Lerep adalah bukti bahwa tradisi bisa menjadi daya tarik wisata yang memikat.
Dari pasar jadulnya yang unik hingga pemandangan yang memanjakan mata, semuanya memberikan pengalaman otentik yang sulit ditemukan di tempat lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!