SketsaNusantara.id - Apa rasanya berjalan-jalan di pasar dengan suasana zaman dahulu? Bayangkanlah, hanya dengan masuk ke dalamnya seolah menginjakkan kaki ke dimensi lain.
Pengunjung seolah dibawa ke lorong waktu, kembali ke masa ketika pasar masih sarat dengan tradisi lokal.
Semua pengunjung disambut oleh pedagang yang mengenakan pakaian tradisional Jawa. Lurik cokelat, kain batik, hingga kebaya menjadi kostum yang menonjolkan suasana khas.
Pasar ini pun hanya buka pada Minggu Pon, membuatnya terasa eksklusif. Tidak hanya busana, alat transaksi di pasar ini pun unik. Pengunjung harus menukarkan uang Rupiah dengan koin kayu sebagai alat bayar.
Bagaimana dengan apa saja yang dijual? Ya, kita sedang bicara soal jajanan khas pasar tradisional.
Makanan yang dijajakan terasa otentik dan sulit ditemukan di tempat lain. Pecel, lodhek, bubur tumpang, hingga dawet nganten menjadi sajian favorit.
Semua makanan menggunakan bahan organik yang menambah kelezatan rasanya.
Di Semarang, pengalaman itu nyata di Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang. Pasar ini menawarkan sensasi berbeda, di mana modernitas terasa begitu jauh.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Kemenparekraf.go.id, pasar ini berada di Kompleks Embung Sebligo.
Namanya adalah Pasar Djadjanan Ndeso Tempo Doeloe Lerep dan sekaligus menjadi daya tarik utama desa ini.
Baca Juga: Wisata Pagi Tahun Baru 2025 Sambut Sunrise Cantik, Lengkap dengan Kuliner Lezat Magelang
Pasar Lerep bukan hanya tempat untuk berbelanja makanan, tetapi juga bagian dari desa wisata yang peduli lingkungan.