Keluarga Jawani tiba di Nusantara pada masa pemerintahan Jawani al-Kurdi di Iran, sekitar tahun 301 Hijriah atau 913 Masehi.
Mereka menetap di Pasai, Sumatera Utara, sebuah pusat perdagangan yang ramai saat itu.
Keunikan keluarga Jawani ini adalah peran mereka dalam menciptakan "Khat Jawi," yakni tulisan Jawi yang banyak digunakan dalam karya-karya sastra dan dokumentasi Islam di kawasan ini.
Baca Juga: Amalan Istimewa untuk Keselamatan dari Syekh Jangkung, Cucu Wali Songo dari Pati yang Penuh Karomah
Keberadaan Khat Jawi menjadi penting sebagai identitas budaya lokal yang dipengaruhi oleh kedatangan mereka.
3. Keluarga Syiah
Di masa Ruknuddaulah bin Hasan bin Buwaih ad-Dailami, sekitar tahun 357 Hijriah atau 969 Masehi, datanglah Keluarga Syiah.
Mereka menetap di bagian tengah Sumatera Timur dan mendirikan perkampungan yang kemudian dikenal sebagai "Siak."
Nama ini kemudian berkembang menjadi "Negeri Siak," yang hingga kini dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan dan sejarah Islam di Sumatera.
Keberadaan keluarga Syiah ini memberikan pengaruh besar pada kehidupan sosial dan budaya di wilayah tersebut.
4. Keluarga Rumai dari Puak Sabankarah
Keluarga Rumai berasal dari puak Sabankarah dan menetap di utara dan timur Sumatera.
Dalam catatan penulis-penulis Arab pada abad ke-9 dan ke-10 Masehi, wilayah ini dikenal dengan beberapa nama seperti Rumi, al-Rumi, Lambri, dan Lamuri.
Kehadiran keluarga Rumai di Sumatera berkontribusi pada percampuran budaya lokal dengan unsur-unsur Islam yang mereka bawa dari negeri asalnya.