jelajah

Situs Candi Kimpulan Sebagai Tanda Nuansa Pendidikan yang Nyempil di Area Kampus UII Yogyakarta, Gaya Arsitekturnya Tak Lazim?

Jumat, 11 Oktober 2024 | 20:15 WIB
Candi Kimpulan di kompleks perpustakaan Kampus UII Yogyakarta. (instagram.com/@travelblogid)

Latar belakang Candi Kimpulan adalah Hindu Siwaistik dengan arca beserta gaya ukirannya yang diketahui sebagai ciri khas candi era Kerajaan Mataram Kuno yaitu dari abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.

Baca Juga: Kisah di Balik Dibangunnya Situs Candi Songgoriti oleh Utusan Mpu Sindok di Era Mataram Kuno Jawa Timur, Berhubungan Kuat dengan Sumber Air?

Tetapi ada hal lain yang unik dan menarik dari arsitektur candi ini yang dinilai tidak lazim karena begitu berbeda dari situs kuno pada umumnya.

Tubuh candi dan atap batunya tidak ditemukan dengan ukurannya yang kecil, serta ukiran hiasan yang sederhana dimana hal itu berbeda dari candi gaya Jawa Tengah.

Candi Kimpulan hanya terdiri atas sejumlah bujur sangkar landasan candi berpagar, tangga, celah masuk berhias antefiks berukir Kala, serta ruang dalam dengan Arca Ganesha, Nandi, serta Lingga-Yoni.

Baca Juga: Kaya akan Relief dan Simbol-simbol, Inilah Candi Penataran Peninggalan Kerajaan Kediri

Bahan pembuatan tubuh, tiang, dan atap candi diperkirakan dibuat dari kayu atau bahan organik lainnya yang mudah lapuk dan hilang tanpa sisa.

Kemungkinannya, bentuk asli Candi Kimpulan mirip dengan pura Hindu Bali dengan atap meru yang menjulang dari bahan kayu, sirap, atau atap ijuk.

Tidak seperti Candi Prambanan atau Candi Borobudur yang terkenal mewah dan megah dengan keindahan ukiran hiasannya karena milik kerajaan atau kaum bangsawan.

Baca Juga: Inilah Kondisi Candi Wringin Branjang yang Dipercaya Tempat Menyimpan Alat dari Era Majapahit, Tak Miliki Hiasan Relief ?

Candi Kimpulan atau Pustakasala mungkin saja hanya sekedar candi sederhana yang dibangun oleh masyarakat biasa di suatu desa atau pinggiran ibu kota kerajaan.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini