Penggunaan musik dengan nuansa gloomy juga terasa di film ini. Lantaran suasana peristiwa G30S PKI yang mencekam.
4. Sempat Wajib Ditayangkan
Film ini sebelumnya tak pernah absen untuk ditayangkan atau bersifat wajib saat momen G30S PKI.
Namun ketika Soeharto lengser, film ini tidak lagi wajib ditayangkan. Lantaran sudah terlalu sering dan dinilai tidak sesuai dengan dinamika Reformasi.
Baca Juga: 5 Fakta Andre Taulany Batal Cerai Usai Gugatan Ditolak PA Tiga Raksa, Alasan Pisah Tidak Kuat?
5. Mencetak Rekor Penonton
Pada Desember tahun 1948, DKI Jakarta berhasil menyumbang jumlah penonton sebanyak 669.282. Bahkan film ini sukses mengalahkan tayangan lainnya.
Salah satunya adalah mengalahkan tayangan film Nyi Blorong yang berjumlah 345.790, pada tahun 1982.
Masih banyak fakta untuk tentang film G30S PKI yang bisa jadi belum diketahui oleh warga tanah air.
Seperti dalam produksi film, penggunaan pita seluloid yang membutuhkan proses panjang di Jepang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!