SketsaNusantara.id - Kapten Pierre Tendean menjadi salah satu pahlawan revolusi yang kisahnya masih jadi perbincangan hangat publik hingga saat ini.
Ajudan Jenderal AH Nasution itu menjadi salah satu korban kekejaman G30S PKI yang gugur saat usianya masih 26 tahun.
Sosok Pierre Tendean dikenang sebagai prajurit muda yang berani mengorbankan dirinya terutama saat peristiwa G30S PKI untuk melindungi keluarga Jenderal AH Nasution.
Kisah tentang Pierre Tendean yang menyerahkan diri dan mengaku sebagai Jenderal AH Nasution pun menjadi salah satu bagian paling dramatis dalam film G30S/PKI yang setiap tahun tayang di layar kaca.
Namun, ternyata kisah pengakuan Pierre Tendean tersebut tidak sesuai dengan fakta. Benarkah demikian?
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @pierresangpatriot, ternyata Pierre Tendean tak pernah mengaku dirinya adalah Jenderal Nasution.
Hal tersebut disampaikan melalui kesaksian pengasuh Ade Irma yang menjadi saksi mata dari peristiwa kelam G30S PKI.
Ibu Alpiah merupakan pengasuh Ade Irma, putri dari Jenderal AH Nasution. Beliau masih hidup dan tinggal di Ibu Kota Kepulauan Sangihe, Sumatera Utara.
Menurut kesaksian Ibu Alpiah, Pierre Tendean sebetulnya tidak pernah menjawab pasukan penculik G30S PKI dan mengaku dirinya Jenderal Nasution.
"Saya dulu belum tuli, waktu itu saya dengar pasukan tanya ke Pierre Tendean, 'Mana jenderal Nasution?' dan dia jawab 'Saya ajudan Nasution'," kata Ibu Alpiah dikutip dari video yang diunggah akun @pierresangpatrioy pada 25 September 2023.