SketsaNusantara.id – Habib Ali bin Abdullah Alhamid, sosok yang dihormati dalam dunia Islam, tidak hanya dikenal sebagai pemimpin agama, tetapi juga sebagai tokoh yang berperan penting dalam masyarakat pada masanya.
Lahir pada bulan Syaban 1353 Hijriyah atau 1934 Masehi di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, ia adalah keponakan dari Habib Sholeh Tanggul, salah satu ulama besar yang juga dihormati di wilayah Jember.
Habib Ali bin Abdullah Alhamid memegang jabatan penting sebagai ketua Gerakan Pemuda Ansor di Jember, membuktikan keterlibatannya dalam gerakan sosial keagamaan yang kuat.
Meskipun usianya terbilang singkat—ia wafat pada usia 32 tahun—jejak perjuangannya masih membekas dalam sejarah.
Kematian tragis Habib Ali terjadi pada masa yang penuh gejolak, menjelang peristiwa G30S PKI di tahun 1965.
Sebelum peristiwa yang merenggut nyawanya, Habib Ali dikabarkan hendak menuju Gunung Gumitir, setelah menerima kabar bahwa salah satu santrinya mengalami masalah dengan pihak kepolisian. Namun, di tengah perjalanan, ia diculik oleh kelompok PKI dan dibawa ke Gunung Gumitir, tempat eksekusi brutal dilakukan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Muhammad Muhsin, jasad Habib Ali ditemukan oleh warga setempat di Gunung Gumitir, dan kemudian pihak keluarga, termasuk putra sulungnya, Habib Faisol bin Ali Alhamid, turut mengidentifikasi jasad sang tokoh.
Tragedi tersebut menjadi bagian kelam dalam sejarah perjuangan ulama dan masyarakat melawan kekejaman yang terjadi pada masa itu.
Kini, makam Habib Ali bin Abdullah Alhamid menjadi salah satu destinasi ziarah yang ramai dikunjungi.
Baca Juga: Apa Itu Hari Kesaktian Pancasila? Berikut Kisah Gugurnya Para Pahlawan dalam Tragedi G30S PKI
Terletak di perbatasan antara Jember dan Banyuwangi, makam ini menjadi saksi bisu dari kisah heroiknya. Berbeda dengan makam ulama terkenal lainnya yang biasanya dikelilingi oleh kerabat, makam Habib Ali berdiri sendiri, memberikan kesan yang unik bagi para peziarah.
Dibalut kain hijau dan dinaungi payung emas, makam ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir Habib Ali, tetapi juga tempat untuk mengenang perjuangan dan pengorbanannya.