SketsaNusantara.id – Mojokerto adalah daerah di Jawa Timur yang memiliki banyak peninggalan dari Kerajaan Majapahit.
Peninggalan Kerajaan Majapahit yang paling terkenal adalah situs candi.
Namun, ada salah satu peninggalan yang konon dibangun sebelum Kerajaan Majapahit. Yakni Candi Jolotundo.
Candi Jolotundo merupakan kolam suci atau juga bisa disebut sebagai Petirtaan Jolotundo dengan air yang mengalir di setiap sudut candi.
Konon, Candi Jolotundo merupakan tempat mensucikan diri dan tepat pertapaan Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan.
Selain itu, candi ini juga sebuah monumen bentuk rasa cinta dan kasih Raja Udayana pada saat kelahiran anaknya yang bernama Prabu Airlangga yang dibangun pada 899 Saka.
Candi Jolotundo ini memiliki sebuah keunikan yaitu memiliki debit air yang tidak pernah berhrnti dan kurang di musim kemarau.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman pariwisata.mojokertokab.go.id, Candi Jolotundo ini memiliki dua bagian yaitu bagian utara untuk pria dan bagian selatan untuk wanita.
Pemisahan bagian ini guna untuk melakukan ritual pemandian kuno.
Bangunan dari Candi Jolotundo ini dibangun dari bahan batu andesit dan bermotif hiasan yang berpengaruh Hindu.