Pengakuan ini kemudian melahirkan peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober.
UNESCO sendiri tak sembarangan dalam memberikan pengakuan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Baca Juga: Asal Usul Istilah Dalang dalam Wayang Kulit, Salah Satu Warisan Budaya yang Telah Diakui UNESCO
UNESCO melihat, teknik, simbol hingga budaya dalam membuat batik dengan menggunakan tangan pada bahan katun dan sutra sudah sangat menyatu dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Di situs UNESCO bahkan tertulis, teknik, simbol dam budaya batik berperan dari awal hingga akhir kehidupan masyarakat Indonesia.
Dicontohkan yakni bayi yang digendong dengan kain batik sebagai simbol keberuntungan bagi sang anak.
Hingga penggunaan batik dalam prosesi kematian di mana orang yang meninggal diselimuti dengan bati.
UNESCO juga melihat batik sudah mendarahdaging dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia.
Mulai dari dipakai sebagaia pakain sehari-hari hingga acara-acara khusus dalam lingkungan bisnis dan akademisi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!