S. Parman diculik gerombolan G30S PKI pada 1 Oktober 1965 pada dini hari dan dibunuh di lubang buaya. Jasadnya baru ditemukan pada 4 Oktober 1965 bersama 6 korban lainnya.
Ia kemudian dimakamkan pada di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada 5 Oktober 1965.
Penghargaan
Setelah kematiannya, S. Parman dianugerahi gelar pahlawan nasional dan diangkat sebagai Letnan Jenderal Anumerta.
Namanya kemudian diabadikan dalam berbagai monumen dan institusi sebagai penghormatan atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia dikenang sebagai salah satu pahlawan revolusi yang berkontribusi besar dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.
Dengan demikian, S. Parman adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang patut dikenang dan dihormati atas dedikasi dan pengorbanannya untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!