2. Mengikuti Latihan-Latihan untuk Pemuda pada Masa Penjajahan Jepang
Ia mengikuti kursus di Pusat Latihan Pemuda lalu ia juga bekerja di Kantor Pendidikan Masyarakat.
3. Aktif dalam Merebut Senjata Pasukan Jepang di Cilacap
Selain itu, Ia masuk dan bergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Purwokerto dan juga aktif dalam Pertempuran Ambarawa di Semarang menjadi ajudan Panglima Besar Sudirman.
4. Penentang PKI
Suprapto disebut sebagai penentang rencana PKI untuk membentuk Angkatan Kelima. Ia diculik pada 1 Oktober 1965 dini hari lalu dibunuh. Jenazahnya ditemukan di Lubang Buaya dan dimakamkan pada beberapa hari kemudian di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.
5. Diberi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KLB)
Raden Suprapto memiliki pangkat terakhir yakni Mayor Jenderal(Mayjen) TNI. Ketika ia gugur, ia diberikan kenaikan Pangkat Luar Biasa (KLB) menjadi Letjen TNI (Anumerta).***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!