jelajah

5 Fakta Letnan Jenderal TNI Anumerta Raden Suprapto, Sosok Pahlawan Revolusi yang Gugur pada Peristiwa G30SPKI

Selasa, 17 September 2024 | 13:30 WIB
Potret 7 Pahlawan Revolusi. (Tangkap layar YouTube.com/Aku Bisa Baca)

 

SketsaNusantara.id – Di setiap tahunnya, seluruh masyarakat Indonesia memperingati peristiwa G30SPKI.

G30SPKI adalah salah satu peristiwa kelam dalam sejarah di negeri ini dan terjadi pada dini hari pada tanggal 30 September 1965 dan masuk 1 Oktober 1965.

Peristiwa ini merupakan pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia atau PKI di bawah pimpinan DN Aidit.

Baca Juga: Nasib Rumah Letjen Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI Tahun 1965

Peristiwa tersebut, akhirnya mengakibatkan 6 orang jenderal diculik dan dibunuh. Ada 3 orang yang langsung dibunuh di rumahnya.

Sedangkan, yang lainnya diculik lalu dibuang ke Lubang Buaya. Salah satunya adalah Letnan Jenderal TNI Anumerta Raden Suprapto.

Letnan Jenderal TNI Anumerta Raden Suprapto lahir pada 20 Juni 1920 di Purwokerto, Jawa Tengah.

Baca Juga: Bukan 7, Siapa Saja Pahlawan Revolusi yang Berjuang Saat Pemberontakan G30S PKI? Kompak Dapat Gelar Terbaik

Ia wafat meninggalkan istrinya yang bernama Julie Suparti dan lima anak yakni Ratna Purwati, Sri Lestari. Pudjadi Setiadharma, Asung Pambudi, dan Arif Prihadi Ajidharma.

Inilah lima fakta tentang Letnan Jenderal TNI Anumerta Raden Suprapto yang dikutip oleh SketsaNusantara.id dari berbagai sumber.

1. Pernah Mengenyam Pendidikan Militer

Ia melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer Kerajaan di Bandung, Jawa Barat. Namun, sayangnya, pendidikanya sempat terhenti karena pendaratan tentara Jepang.

Baca Juga: Berapa Jumlah Anak Jenderal Ahmad Yani? Begini Nasib Putra-Putri dari Pahlawan Revolusi yang Dulu Jadi Saksi Mata Kebiadaban G30S PKI

Halaman:

Tags

Terkini