SketsaNusantara.id- Di tengah hamparan Kepulauan Raja Ampat, Kerajaan Waigeo berdiri sebagai salah satu dari empat kerajaan besar yang menyimpan cerita menakjubkan dalam sejarah Islam di Papua.
Meski tidak sepopuler Kerajaan Demak di Pulau Jawa, Kerajaan Waigeo memainkan peran penting dalam sejarah Islam di wilayah ini dan merupakan bagian dari kekuatan Islam di Maluku.
Kisah Kerajaan Waigeo berawal dari legenda kuno tentang 7 telur ajaib.
Menurut cerita, seorang wanita menemukan tujuh telur yang menetas menjadi lima anak, empat laki-laki dan satu perempuan, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube BABAD NUSANTARA.
Sementara dua telur lainnya berubah menjadi hantu dan batu.
Keempat pangeran, War, Betani, Mohamad, dan Dohar mendirikan kerajaan di pulau masing-masing.
War di Waigeo, Betani di Salawati, Mohamad di Waigama, dan Dohar di Misool.
Putri Pintolee dihanyutkan dalam kulit kerang besar hingga terdampar di Pulau Numfor.
Satu telur yang berubah menjadi batu, Kapatnai, dihormati oleh suku Kawe.
Baca Juga: Jadi Peradaban Kuno di Kalimantan, Ternyata Kerajaan Ini yang Paling Tua: Bukan Kutai Kartanegara!
Batu ini dirawat dengan ritual tahunan sebagai simbol penghormatan.