SketsaNusantara.id - Tribhuwana Wijayatunggadewi, raja perempuan pertama Kerajaan Majapahit, adalah sosok luar biasa yang tak gentar memimpin kerajaan besar ini ke puncak kejayaannya.
Sebagai ratu ketiga Majapahit, ia bukan hanya penguasa, tetapi juga seorang pejuang yang pernah turun langsung memimpin pasukan di medan perang.
Lahir sebagai putri dari pendiri Majapahit, Raden Wijaya, Tribhuwana mengambil alih takhta atas perintah ibunya, Gayatri (Rajapatni), setelah kematian kakak tirinya, Raja Jayanegara, pada tahun 1328.
Bagi Tribhuwana, naik takhta bukanlah tugas yang ringan, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @wayang.nusantara.
Sebagai ratu, ia harus menghadapi berbagai tantangan politik dan militer, namun dengan tekad baja, ia berhasil mengubah Majapahit menjadi kerajaan yang lebih kuat dan dihormati.
Setelah naik takhta, Tribhuwana menikah dengan Pangeran Cakradhara, yang kemudian dikenal sebagai Kertawardhana Bhre Tumapel, seorang bangsawan keturunan raja-raja Singhasari.
Baca Juga: Punya Model Unik, Saksi Bisu Jejak Kerajaan Majapahit, Punya Mitos yang Bisa Bikin Kamu Jadi...
Dari pernikahan ini lahirlah Hayam Wuruk, yang kelak menjadi salah satu raja terbesar Majapahit.
Di bawah pemerintahan Tribhuwana, Majapahit tumbuh pesat, terutama berkat kebijaksanaan sang ratu dalam mempercayakan Mahapatih Gajah Mada sebagai tangan kanannya.
Pada masa ini, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Amukti Palapa, janji monumental yang menyatakan bahwa ia tidak akan menikmati kenikmatan dunia sebelum berhasil mempersatukan Nusantara di bawah panji Majapahit.
Tribhuwana juga tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang berani memimpin pasukan secara langsung.