SketsaNusantara.id - Berpindah ibu kota negara rupanya bukanlah hal yang baru di negeri kita tercinta ini karena pada zaman kerajaan Nusantara, Kerajaan Majapahit justru pernah memindahkan ibu kotanya hingga 3 kali.
Jika ada beberapa pihak yang meributkan Indonesia yang akan berpindah ibu kota negara dari Jakarta ke Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur maka wajib menyimak tulisan berikut ini.
Nusantara pada era kerajaan pernah memiliki satu kerajaan besar yang rupanya tiga kali harus berpindah ibu kota dari satu tempat ke tempat lainnya disebabkan oleh masalah yang beragam.
Jika ibu kota Indonesia dari Jakarta pindah ke IKN karena berbagai alasan seperti beban Jakarta yang terllau berat, pemerataan pembangunan, keberlanjutan lingkungan hingga pemerataan ekonomi, lalu apa yang terjadi dengan Majapahit?
Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada tahun 1293 hingga 1527 atau pada abad ke-13 dan mencapai puncaknya pada abad ke-14, dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara.
Majapahit mengalami masa puncak Kejayaan dibawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk pada tahun 1350 hingga 1389 dengan Mahapatih Gajah Mada.
Dibawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk, Majapahit berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga mencakup sebagian besar wilayah Nusantara, termasuk pulau-pulau di sekitarnya seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Pada saat itu Majapahit dikenal sebagai pusat kebudayaan dan seni seperti seni sastra seperti lahirnya Nagarakartagama oleh Mpu Prapanca, seni rupa, dan arsitektur yang berkembang pesat.
Majapahit memiliki sistem pemerintahan yang terstruktur dengan baik, yang mencakup pembagian wilayah menjadi beberapa daerah yang dipimpin oleh para adipati. Ini membantu dalam pengelolaan dan pengawasan wilayah yang luas.
Majapahit juga pernah menjadi pusat perdagangan yang penting di Asia Tenggara. Kerajaan ini menjalin hubungan dagang dengan berbagai negara, termasuk Tiongkok, India, dan negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Hal ini berkontribusi pada kemakmuran ekonomi dan pertumbuhan kota-kota pelabuhan.