SketsaNusantara.id - Sejak awal 1960-an, Papua, juga dikenal sebagai Irian Jaya, telah menjadi medan pertarungan sengit antara Indonesia dan kelompok separatis yang kini disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Gerakan ini menginginkan kemerdekaan Papua dari Republik Indonesia.
Konflik ini dimulai pada 1 Desember 1961, ketika Papua, di bawah kekuasaan Belanda, mengibarkan bendera Bintang Kejora dan mendeklarasikan kemerdekaan.
Baca Juga: Erick Thohir Soroti 2 Isu Krusial di Indonesia, Tuntut Masyarakat Adaptif di Era Digital
Indonesia, yang menganggap Papua sebagai bagian dari wilayahnya, melancarkan Operasi Trikora untuk merebut Papua Barat dari Belanda.
Pada 15 Agustus 1962, perjanjian New York ditandatangani antara Belanda, Indonesia, dan PBB, yang memindahkan administrasi Papua Barat ke Indonesia.
Namun, banyak orang Papua merasa bahwa mereka tidak dilibatkan dalam keputusan ini.
Baca Juga: 5 Wilayah di Jawa Timur Ini Punya Paslon Tunggal di Pilkada 2024, KPU Jatim: Kita Serahkan ke...
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Viktor Sinlae, hal inilah yang menyebabkan ketidakpuasan dan munculnya OPM sebagai gerakan separatis yang melawan integrasi Papua dengan Indonesia.
OPM, dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Jacob Rumbiak, melakukan berbagai serangan dan upaya diplomasi untuk mendapatkan pengakuan internasional.
Meskipun menghadapi konflik internal dan kekerasan, OPM tetap berjuang dan mendapatkan dukungan dari beberapa negara.
Pada 1969, Papua Barat resmi menjadi bagian dari Indonesia melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).