Baru ketika di Mobil Sunarto (saudara Gunawan) memberitahu Gunawan jika mikrofon tersebut akan digunakan Presiden Soekarno untuk membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan.
Sunarto adalah orang yang memasang mikrofon di Jalan Pegangsan Timur Nomor 56 saat itu karena Wilopo dan Njonoprawoto tidak bisa menyetingnya.
Setelah acara selesai, mikrofon tersebut dikembalikan ke keluarga Gunawan.
Baca Juga: Pastikan Lanjutkan Program Anies dan Heru, Inilah Janji-janji Ridwan Kamil Pada Pilkada 2024
Meski Gunawan sendiri mengakui jika mikrofon tersebut adalah hasil rancangannya sendiri, Presiden Soekarno sempat mengira jika benda bersejarah itu adalah hasil rampasan dari stasiun radio milik Jepang.
Namun perkataan Soekarno tersebut dibantah oleh Sudiro, mantan sekretaris pribadi Menteri Luar Negeri Pertama RI Achman Soebardjo.
Kini keberadaan mikrofon tersebut misteri, sempat dibawa pindah oleh Gunawan ke Solo dan Yogyakarta.
Mikrofon yang hanya digunakan sekali saat pembacaan teks Proklamasi itu kini penuh teka-teki.
Pernah ditawar oleh orang India dengan imbalan rumah, namun keluarga Gunawan menolaknya.
Mikrofon penuh sejarah itu sempat pula akan diserahkan kepada Soekarno sebagai hadiah ulang tahun saat ia masih di Tokyo Jepang.
Namun hal tersebut hanyalah wancana dan rencana yang tak pernah terlaksana.
Sebelum Gunawan wafat, ia sempat berwasiat kepada anak-anaknya untuk menemukan keberadaan mikrofon tersebut.
Gunarso (anak Gunawan) tidak keberatan jikalau mikrofon karya ayahnya tersebut disimpan di Monomen Nasional.***