Kebijakan ini menyebabkan kebingungan dan kesulitan bagi masyarakat, bahkan membuat Sjafruddin sendiri terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sjafruddin juga dikenal sebagai Presiden Direktur Javasche Bank terakhir dan Gubernur Bank Sentral Indonesia pertama pada 1953, memainkan peran kunci dalam transisi keuangan negara.
Namun, keterlibatannya dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), yang dianggap sebagai pemberontakan oleh pemerintah, membawa kontroversi dalam perjalanan hidupnya.
Meskipun pernah dilarang berbicara selama Orde Baru karena keterlibatannya dalam Petisi 50, kontribusi dan kompleksitas hidup Sjafruddin Prawiranegara tetap menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia.
Kisah perjuangannya ini menggambarkan perjalanan dari pahlawan kemerdekaan hingga sosok yang penuh perdebatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI