SketsaNusanltara.id - Wage Soepratman, nama yang dikenal luas sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, memiliki kisah menarik di balik penambahan nama "Rudolf."
Aslinya, nama lengkapnya adalah Wage Soepratman, namun penambahan nama "Rudolf" dilakukan sebagai strategi oleh kakak sulungnya, Roekijem Soepratijah, bersama suaminya, Willem Van Eldik.
Tujuannya adalah untuk memungkinkan WR Soepratman bersekolah di institusi pendidikan Belanda, yang saat itu tidak terbuka bagi warga pribumi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Cerita Manusia, pada tahun 1914, ketika WR Soepratman masih tinggal di Makassar bersama Roekijem, nama "Rudolf" ditambahkan.
Langkah ini membuka kesempatan bagi Soepratman untuk mengakses pendidikan yang lebih baik di sekolah-sekolah Belanda.
Nama Wage diberikan oleh ibunya, sementara Soepratman adalah nama ayahnya.
Namun, penambahan nama Rudolf memainkan peran penting dalam membentuk masa depan WR Soepratman.
Roekijem Soepratijah, yang juga merupakan sosok kunci dalam kehidupan WR Soepratman, berperan besar setelah ibunya meninggal dunia ketika WR Soepratman baru berusia 11 tahun.
Berdasarkan informasi dari Anthony C. Hutabarat dan Augustiani, cucu Roekijem, banyak aspek dari kehidupan WR Soepratman yang belum banyak diketahui.
Mereka menekankan pentingnya meluruskan sejarah WR Soepratman, terutama setelah adanya klaim-klaim yang tidak akurat mengenai kehidupan pribadi mendiang.
WR Soepratman dilahirkan pada 9 Maret 1903 di Jatinegara, sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara pasangan Sersan Djoemeno Senen Sastrosoehardjo dan Siti Senen.