SketsaNusantara.id - Jika kita pergi ke Gunung Kawi maka akan menemukan satu makam yang selalu ramai.
Makam tersebut merupakan makam Kyai Zakaria II atau yang biasa disebut sebagai Eyang Jugo.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @JugoMedia disebutkan bahwa Makam Eyang Jugo terletak di Gunung Kawi, jadi satu dengan sebuah kompleks candi dan situs sejarah di Jawa Timur.
Eyang Jugo merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Jawa yang dikagumi karena kesaktiannya.
Sehingga meskipun sudah meninggal dunia pada 151 tahun yang lalu atau tepatnya pada 22 Januari 1871, namanya masih bergema di kalangan masyarakat.
Eyang Jugo memiliki nama asli R.M Soerjokoesoemo atau Raden Mas Kromodirejo yang merupakan keturunan dari Kasuhunan Surakarta pada masa perang Jawa antara tahun 1825 sampai 1830.
Ia bergabung dalam barisan Pangeran Diponegoro dan ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda.
Bukan hanya dikenal sebagai pejuang, ia juga dikenali sebagai guru spiritual Pangeran Diponegoro.
Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap, Eyang Jugo memilih jalan lain dalam penyebaran ilmu hingga ia sampai di Kesamben Blitar.
Di sinilah kisah heroik Eyang Jugo berkembang dimana dikisahkan ia selalu membantu rakyat kecil yang kesusahan.
Dalam riwayat yang ditulis Im Yang Tju yang berjudul Riwayat Eyang Djugo, Panembahan Gunung Kawi, diceritakan penampilan Mbah Jugo yang sepintas mirip gelandangan.