SketsaNusantara.id - Kepulauan Seribu, yang terletak di utara Jakarta, terdiri dari 110 pulau yang terdaftar dan 310 pulau kecil yang sering tenggelam dan timbul.
Pulau-pulau ini terbentuk dari proses alami di mana karang dan binatang laut berkembang menjadi daratan baru.
Sejarah Kepulauan Seribu sudah dimulai sejak abad ke-14.
Pada masa itu, pulau-pulau ini merupakan bagian dari jalur perdagangan penting yang dikendalikan oleh berbagai kerajaan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Isul Kuncung, pada abad ke-9, Pelabuhan Sunda Kelapa, yang terletak di Jakarta, menjadi pusat persaingan antara Kerajaan Sriwijaya, Kediri, dan Sunda.
Setiap kerajaan menguasai bagian berbeda dari Kepulauan Seribu.
Baca Juga: Kasihan! Suami Baru Celine Evangelista Diduga Ogah Akui Dirinya Dihadapan Publik, Ternyata Cuma...
Pada tahun 1333, Kerajaan Sunda Pajajaran mengambil alih Pelabuhan Sunda Kelapa.
Mereka menjalin kerjasama dengan Portugis pada tahun 1522 untuk memperkuat kekuasaan mereka.
Namun pada tahun 1527, Kesultanan Demak dan Sultan Cirebon menyerang dan menguasai wilayah Sunda Pajajaran.
Mengganti nama Jayakarta (sekarang Jakarta) dan memperkuat kekuasaan Islam di wilayah tersebut.
Ketika Belanda datang pada abad ke-17, mereka mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia.