Nama Sadrach pun diperolehnya setelah dibaptis dan menjadi pemeluk Kristen.
Sejak saat itu oleh pengikutnya yang dulu mengenalnya sebagai seorang muslim dan pernah menyelami pondok pesantren ia dipanggil dengan nama Kyai Sadrach.
Setelah itu, kyai Sadrach mengemban misi untuk menyebarkan Agama Kristen di Tanah Jawa.
Ia tinggal dan menetap di Dukuh Karangjoso, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Di tahun 1871, di daerah tempat tinggalnya tersebut ia membangun sebuah Gereja Kristen Jawa yang sangat erat dengan budaya Jawa.
Sebagai orang Jawa, Kyai Sadrach tidak pernah mau lepas dari budaya nenek moyangnya itu, hingga keyakinan baru yang dianutnya pun tak lepas dari budaya Jawa.
Saat melantunkan doa dan berdakwah tentang agama Kristen, Kyai Sadrach menggunakan Bahasa Jawa, hingga ia dikenal sebagai Sunan Kalijaga versi Kristen.
Jika dalam penyebaran agama Islam ada Wali Songo yang anggotanya bernama Sunan Kalijaga, di agama Kristen ada yang dikisahkan serupa yaitu Kyai Sadrach.
Pada tanggal 14 November 1924, Kyai Kristen Sadrach Suryopranoto meninggal dunia di usia 89 tahun.
Saat itu, Kyai Sadrach sudah memiliki 7.000 orang pengikut agama Kristen.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!