Ia terlahir dari keluarga yang cukup sederhana, orang tuanya adalah seorang petani.
Ia dilahirkan dari keluarga yang asalnya dari Jepara, Jawa Tengah di tahun 1833.
Kisah masa kecil Kyai Sadrach cukup unik, ia suka berkelana dan mulai tertarik belajar tentang agama Islam.
Dikisahkan kalau Kyai Sadrach pernah belajar dna menimba ilmu tentang Islam di pondok pesantren.
Di masa remajanya, Sadrach Suryopranoto pernah belajar di pondok pesantren yang ada di Jombang, Jawa Timur.
Baca Juga: Apakah Kyai Harus Punya Pondok? Ternyata Ini Makna dan Tugas Sebenernya Menurut Buya Yahya
Tak hanya itu, Kyai yang lahir di kota kelahiran RA Kartini pun pernah belajar ilmu agama di Ponorogo.
Dalam kisah spiritual Kyai Sadrach, titik balik terjadi saat ia mengenal sosok pewarta Injil di Semarang.
Pewarta Injil itu bernama Hoezoo yang membuatnya sangat tertarik untuk mempelajari tentang apa itu keimanan Kristen.
Setelah ketertarikannya dengan Kristen dan ajaran Injil, Kyai Sadrach ia un berkenlan dengan Kyai Ibrahim Tunggul Wulung.
Mempelajari dan mendalami keimanan Kristen dari sosok pewarta Injil membuatnya memeluk keyakinan tersebut pada 14 April 1867.
Saat itu, Sadrach Suryopranoto menjadi seorang Kristen dan dibaptis di salah satu gereja yang ada di Jakarta.