Meskipun menjadi destinasi wisata cagar budaya yang dibuka untuk umum, Goa Surowono tidak dapat dimasuki secara sembarangan.
Pintu masuk Goa Surowono ditutup dengan pagar besi, apabila ingin masuk perlu adanya pemandu resmi yang siap menuntun para pengunjung.
Hal tersebut karena di dalam Goa Surowono terdapat banyak percabangan lorong yang dapat membuat para pengunjung tersesat ketika memasukinya secara sembarangan.
Goa Surowono juga kerap disebut sebagai Terowongan Pelarungan, sebab pada zaman Majapahit digunakan sebagai tempat ritual larung sesaji.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI