jelajah

Dikenal Sebagai Sosok Arif dan Cerdas, Inilah Kisah Sejarah Pangeran Mangkubumi yang Menjadi Pendiri Keraton Yogyakarta

Sabtu, 3 Agustus 2024 | 21:00 WIB
Ilustrasi Keraton Yogyakarta (Instagram/@sukmavk)

Baca Juga: Situs Peninggalan Kerajaan Majapahit, Goa Suci di Tuban yang Menjadi Kebanggan dari Desa Wangun

Pemberontakan yang merajalela dimulai dari Geger Pecinan yang dipimpin oleh Sunan Kuning dibantu oleh Pangeran Sambernyowo hingga gerakan-gerakan sporadis pada hari-hari selanjutnya.

Namun akibat banyak penghianatan dan intervensi dari kompeni Belanda maka Mataram berlahan mengalami penurunan yang mengakibatkan timbulnya gerakan anti penjajah.

Gerakan anti penjajah ini dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi secara terbuka menyebabkan pergolakan parah dan atas bantuan Pangeran Sambernyowo maka Pangeran Mangkubumi berhasil merebut beberapa daerah.

Baca Juga: Peramal Terkenal dari Kerajaan Panjalu Kediri, Siapa Nama Sebenarnya? 

Berdirinya Kesultanan Yogyakarta 

Setelah mengalami sakit, akhirnya Pakubowono II wafat sehingga tampuk kekuasaan akhirnya jatuh pada putranya Pakubuwono III. VOC kemudian mengambil kesempatan ini dengan membuat traptap tentang penyerahan Mataram seluruhnya kepada VOC.

Melihat hal ini maka Pangeran Mangkubumi semakin berang dan setelahnya, pasukan Pangeran Mangkubumi dengan bantuan Pangeran Sambernyowo semakin gigih berjuang mendesak kekuasaan VOC hingga mereka banyak yang tewas.

Hanya beberapa bulan, hampir keseluruhan kerajaan Mataram kembali kepada tangan Pangeran Mangkubumi.

Baca Juga: Siapa Nyai Ageng Pinatih? Tokoh Perempuan Berpengaruh di Kerajaan Majapahit yang Konon Punya Hubungan dengan Sunan Giri

Sehingga akhirnya VOC yang terdesak berinisiatif membuat sebuah perjanjian dan pada akhirnya terjadilah satu perjanjian pada kedua belah pihak yang bernama Perjanjian Giyanti atau Perjanjian Palihan Nagari.

Perjanjian Giyanti menyebutkan bahwa Kerajaan Mataram dibagi dua yakni Kasuhunan Surakarta Hadiningrat dan Kesultanan Ngayogyakarto Hadiningrat.

Surakarta kemudian dipimpin oleh Susuhunan Pakubuwono III, sementara Kesultanan Yogyakarta dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengkubuwono I.

Baca Juga: Ternyata Inilah Filosofi dari Kujang, Senjata Pusaka Warisan Kerajaan Pajajaran! Bentuknya Seperti Pulau Jawa

Hasil kesepakatan perjanjian itu kemudian ditandatangani oleh pihak terkait pada 13 Februari 1755 dan inilah yang kemudian menjadi babak awal kesultanan Yogyakarta dimulai.

Halaman:

Tags

Terkini