SketsaNusantara.id - Desa Jejeran, Wonokromo, Bantul menjadi magnet bagi banyak peziarah berkat keberadaan makam Ki Ageng Jejer, seorang tokoh spiritual yang dihormati.
Terletak di Kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum 2, makam Ki Ageng Jejer menempati cungkup berukuran empat kali lima meter di sebelah barat utara pesantren.
Makam ini menonjol dengan jirat setinggi 75 cm yang tersusun dari batu andesit, serta nisan kepala dan kaki yang telah patah, memberikan kesan khas dan penuh sejarah.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube BERBAGI TAHU, makam Ki Ageng Jejer, atau Mbah Jejer, dikelilingi oleh makam-makam lainnya, termasuk makam Syaikh Abubakar Babut.
Di sisi timur makam Ki Ageng Jejer, terdapat makam lain dengan nisan kepala tanpa jirat, bercorak tumpuk atau segitiga sama sisi.
Pola hias ini dianggap sebagai ungkapan doa untuk menghindari azab kubur, menambah nuansa spiritual di area tersebut.
Ziarah ke makam Ki Ageng Jejer bukan hanya menjadi ritual penghormatan bagi masyarakat.
Akan tetapi, juga sarana untuk menimba ilmu dan makna kehidupan.
Dalam tradisi keagamaan Jawa, makam Ki Ageng Jejer menjadi simbol perjalanan spiritual dan pencarian makna hidup.
Inilah yang menginspirasi para peziarah untuk mendalami ajaran dan warisan sang ulama besar.