SketsaNusantara.id- Nyai Ageng Pinatih merupakan tokoh wanita dari Gresik yang mempunyai peran penting dalam sejarah perjalanan hidup Sunan Giri.
Hal tersebut karena Nyai Ageng Pinatih menjadi Ibu angkat yang mengasuh dan membesarkan sekaligus mendidik Sunan Giri sampai dewasa.
Menurut cerita, Nyai Ageng Pinatih menemukan bayi laki-laki dalam peti yang menabrak kapalnya saat ia sedang berlayar menuju ke Bali.
Bayi laki-laki tersebut kemudian diangkat sebagai putranya dengan diberi nama Joko Samudro yang kelak nantinya akan menjadi wali besar di tanah Jawa yaitu terkenal dengan sebutan Pangeran Giri atau Sunan Giri.
Orang tua asli Sunan Giri diketahui berdarah keturunan ulama dari Ayahnya yaitu Syekh Maulana Ishaq serta dari Ibunya merupakan bangsawan Jawa (Putri Kerajaan Balmbangan) bernama Dewi Sekardadu, sehingga tak heran kalau ada tambahan gelar pangeran di Namanga.
Nyai Ageng Pinatih diketahui adalah seorang saudagar kaya raya di zaman Kerajaan Majapahit era Raja Brawijaya V.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube ZU Explorer, Prabu Brawijaya V memberikan sebidang tanah kepada Nyai Ageng Pinatih di Gresik dan sudah menempatinya sejak tahun 1412 Masehi.
Baca Juga: Siapa Sosok Nyi Ageng Serang? Mengenal Pejuang Wanita dari Jawa yang Tak Gentar Usir Penjajah
Konon katanya, Nyai Ageng Pinatih asalnya dari Champa sebelum ia akhirnya singgah di daerah Gresik Wetan yakni sekitar 200 meter dari Desa Gapura.
Nyai Ageng Pinatih juga merupakan istri dari Patih Semboja yang berasal dari Kerajaan Blambangan dimana waktu itu masih bercorak Hindu.
Tetapi Patih Semboja harus mengalami pengusiran dari istana oleh Prabu Menak Sembuyu karena sudah mendukung ajaran baru yakni Islam yang dibawa oleh Syekh Maulana Ishaq.
Selanjutnya, Patih Semboja memilih untuk pergi dan berpindah ke Kerajaan Majapahit sampai akhirnya ia diangkat sebagai pejabat tinggi di Kerajaan Majapahit.
Kondisi Kerajaan Majapahit, terutama pelabuhan daerah Gresik sudah sangat ramai sejak masa Raja Hayam Wuruk, maka dibutuhkan seorang Syah Bandar untuk mengelolanya.