SketsaNusantara.id - Ajaran ke 4 Sunan Kalijaga dalam dasa pitutur atau 10 pitutur Sunan Kalijaga adalah ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji lan sugih tanpo bondo.
Ajaran Sunan Kalijaga ini tetap dipegang teguh oleh orang Jawa dan menjadi filosofi hidup serta menjadi koridor hidup.
Lalu apa arti ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji lan sugih tanpo bondo dalam ajaran Sunan Kalijaga tersebut ?? Yuk simak selengkapnya dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Santri Blangkonan.
Baca Juga: Masa Keemasan! Jelajah Ramalan Prabu Jayabaya soal Zaman Kartoyugo, Terkenal Punya 4 Pelindung Sakti
Dalam ajaran itu ada 4 filosofi, yakni ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji, sugih tanpo bondo.
Ajaran ngluruk tanpo bolo itu artinya bisa menggerakkan orang tanpa pasukan, artinya bisa membuat banyak orang tergerak tanpa harus punya jamaah yang banyak.
Maknanya, hanya karena gara-gara kehadiran kita dan sendirian tanpa membawa banyak orang namun mampu membuat orang-orang jadi berbuat baik tanpa mendeklarasikan siapa dirinya.
Sehingga dalam tindakan ini, tak ada kebanggaan kuantitasnya seperti yang kerap kita lakukan dalam istilah ngluruk tanpo bolo.
Jadi kesimpulannya, ngluruk tanpo bolo itu membuat orang jatuh hati tanpa harus ditekan oleh banyaknya jumlah.
Sedangkan menang tanpo ngasorake artinya kita menang tapi tidak membuat orang jadi rendah, tidak membuat orang kelihatan kalah serta tidak membuat orang kelihatan jatuh.
Baca Juga: Apa Makna Urip Iku Urup? Ajaran Mendalam dan Penuh Filosofi dari Sunan Kalijaga
Hakekatnya kita menang tapi lawan kita tidak jadi jatuh, tidak jelek, serta tidak runtuh.
Sedangkan sekti tanpo aji artinya tanpa harus punya ajian macam-macam kita sudah punya daya. Artinya ilmunya tidak tergantung pada diri kita tapi kita gantungkan kepada Allah.