Saat memasuki usia 15 tahun, ia berangkat ke Arab Saudi. Selain untuk ibadah haji, ia juga akan menimba ilmu di sana.
Baca Juga: Siapa Kyai Syafi'i Pijoro Negoro? 5 Fakta Ulama Nusantara Pengasuh Ponpes Usia 415 Tahun di Semarang
Ia belajar kepada ulama Al Jawwi, apalagi saat itu banyak orang Indonesia yang belajar di Mekkah.
Syekh Nawawi al Bantani berhasil menguasai peran sentral di tengah ulama Al Jawwi. Ia menginspirasi komunitas Al Jawwi.
Tidak hanya terlibat dalam studi Islam secara serius. Ia juga berperan dalam mendidik sejumlah ulama pesantren terkemuka.
Ia terkenal pula dengan pemikirannya yang patut diacungi jempol. Saat itu ia berpikir bahwa Islam di Indonesia harus dibebaskan dari belenggu Belanda.
Ajaran islam ini akan mudah dilaksanakan di Nusantara jika Indonesia telah mencapai kemerdekaan.
Pemikiran tersebut mendorong Syekh Nawawi al Bantani untuk selalu mengikuti perkembangan perjuangan di tanah air.
Baca Juga: Siapa Kyai Syafi'i Pijoro Negoro? 5 Fakta Ulama Nusantara Pengasuh Ponpes Usia 415 Tahun di Semarang
Pengabdiannya sebagai ulama pun terhenti sejak ia wafat pada 1314 H / 1897 M. Ia wafat di Mekkah dan dimakamkan di Ma'la.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!