Selain Laskar Sabilillah, terdapat juga Laskar Hizbullah yang dipimpin oleh KH Zainul Arifin. Kedua laskar ini bergerak menyerang pos-pos pertahanan Belanda dan bekerjasama dengan badan perjuangan lainnya.
Kedua laskar ini yakni Laskar Sabilillah dan Laskar Hizbullah kemudian memberikan sumbangsih yang besar dalam memperjuangkan kemerdekan Indonesia.
Laskar Sabilillah turut memegang peranan penting dalam berbagai pertempuran seperti Pertempuran Surabaya dan Bandung Lautan Api, sehingga Laskar ini kemudian dikenal dengan semangat dan keberanian yang luar biasa dalam menghadapi musuh.
Sampai akhirnya KH Masykur menjabat satu jabatan menteri yang didudukinya selama empat periode.
Jabatan itu adalah jabatan Menteri Agama yang diduduki pertama pada November 1947, dimana ia diberi amanah Presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Agama.
Lalu ia menjabat sebagai menteri agama untuk periode kedua pada masa Kabinet Hatta II.
Sedangkan jabatan menteri agama pada periode ketiga terjadi pada kabinet peralihan pada tahun 1949 dengan kabinet Ali Wongso Arifin.
Terahir KH Masykur menjabat sebagai Menteri Agama RI pada Kabinet Burhanuddin Harahap (1956-1957).
Apa yang dicapai oleh KH Masykur saat itu merupakan jabahtan yang legendaris dimana hal itu juga menunjukkan ia layak menjadi komando kebijakan negara tentang agama setelah perjuangannya yang panjang dengan Laskar Sabilillah.***