SketsaNusantara.id - Kyai Haji Abbas Buntet, putra sulung Kyai Abdul Jamil dan Nyai Koreah, merupakan tokoh terkemuka yang sangat dihormati.
Sejak kecil, Kyai Abbas telah mendalami ilmu agama dari ayahnya dan Kyai Haji Klian Buntet.
Masa mudanya dihabiskan dengan belajar dari pesantren ke pesantren, memperkaya pengetahuan agamanya.
Baca Juga: 3 Fakta Mahbub Djunaidi, Selain Ketua Umum Pertama PMII Pernah Memimpin PWI Pusat, Benarkah?
Kyai Haji Abbas adalah generasi keempat yang memimpin Pesantren Buntet di Cirebon.
Setiap tahun, pada 22 Oktober, Hari Santri Nasional (HSN) diperingati dengan berbagai kegiatan yang penuh makna.
Selain upacara dan kirab, ziarah kubur ke makam para kiai menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan HSN.
Salah satu makam yang paling banyak dikunjungi adalah makam KH. Abbas Abdul Jamil atau lebih dikenal sebagai Kyai Abbas Buntet, seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube SARKUB INDONESIA.
Ribuan santri dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon akan menziarahi makam komandan perang 10 November 1945 ini.
Makam Kyai Abbas Buntet terletak di kompleks Makbaroh Gajah Ngambung, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Kyai Abbas adalah sosok kiai yang berperan penting dalam menginisiasi dan menggerakkan fatwa resolusi jihad.
Ketika pertempuran 10 November 1945 pecah di Surabaya, Kyai Abbas memobilisasi santri untuk bergabung dalam perjuangan melawan penjajah.