Sifat ini menggambarkan hobi atau kegemaran Arjuna yang suka sekali berguru alias menuntut ilmu kepada para pertapa sakti.
Ia digambarkan tak pernah merasa puas dengan ilmu yang telah diperolehnya.
Baca Juga: Wayang Kulit Bukan Syirik! Ada Dalil Kuat dari Al Quran yang Jadi Pedoman Sunan Kalijaga
2. Payokasambutingrono
Payokasambutingrana merupakan wujud dari pengamalan sifat Wilkuhaldoko.
Artinya, karena memiliki banyak ilmu dari kegemerannya berguru, ia juga dikenal ringan tangan alias membantu siapa saja yang butuh pertolongan dalam hal kebaikan.
3. Kenyotinalikromo
Sifat ini didasari oleh sumpah Arjuna yang tidak akan menolak perempuan manapun yang mencintainya dengan ikhlas.
Sumpah itu berawal dari sakit hati saat lakon Palguno Palgunadi. Dalam lakon tersebut, Dewi Anggraini yang merupakan istri Prabu Palgunadi melakukan bela pati.
Bela pati adalah tindakan mengakhiri hidup sebagai bukti kesetiaan pada seseorang. Hal itu dilakukan Dewi Anggraini setelah suaminya, Prabu Palgunadi gugur. Ia sebelumnya juga telah menolak cinta dari Arjuna.
Arti sederhana dari Kenyotinalikromo adalah gemar menikah. Namun, kegemaran tersebut diikuti oleh tanggung jawab sebagai seorang suami yang mengayomi atau melindungi seluruh istrinya.
Itulah 3 sifat dasar dari Arjuna yang membuatnya memiliki banyak istri.***