Ultimatum tersebut tak membuat Raja Dewa Agung Jambe II menyerah. Ia tetap menjaga kerajaannya.
Hingga pada tanggal 20 April 1908, Belanda tak melihat Kerajaan Klungkung bertekuk kepadanya.
Pihak Belanda lantas melakukan gempuran pada Kerajaan Klungkung dengan mengirimkan pasukan dari Batavia.
Keesokan harinya Belanda berhasil menyerang dan mengalahkan Kerajaan Klungkung. Kendati begitu tak membuat Ida Dewa Agung menyerahkan diri.
Belanda juga tak tinggal diam.
Pihaknya terus melakukan penyerangan dengan menambah pasukan selama 6 hari penuh. Puncaknya di tanggal 27 April tahun tersebut, Belanda berhasil melakukan pengepungan Istana Semarapura.
Insiden tersebut menewaskan putra mahkota serta pembesar kerajaan, yaitu Cokorda Gelgel, Dewa Agung Muter, dan Dewa Agung Gede.
Ida Dewa Agung II tak menyerah begitu saja.
Ia dan pasukannya semakin bersikeras melawan Belanda. Sebanyak 3000 pasukannya bertempur melawan penjajah dan gugur di medan perang, termasuk dirinya.
Peristowa perang puputan pada 28 April ini dikenal denban Hari Puputan Klungkung dan Hari Ulang Tahun Kota Semarapura.
Kelak, sosok Ida Dewa Agung Jambe dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 10 November 2023.***