jelajah

Siapa Ida Dewa Agung Jambe? Sosok Pahlawan Nasional dari Klungkung Bali yang Gugur dalam Perang Puputan Melawan Belanda

Sabtu, 20 Juli 2024 | 22:00 WIB
Sosok Ida Dewa Agung Jambe, Sosok Pahlawan Nasional dari Klungkung Bali (Instagram/@tgsklingkungsatu)


SketsaNusantara.id - Kisah sejarah tentang perang para pahlawan yang berjuang melawan penjajah patut dikenang.

Salah satu pahlawan yang berjasa besar dalam perlawanan Belanda adalah Ida Dewa Agung Jambe.

Ida Dewa Agung Jambe merupakan salah satu tokoh pahlawan yang gugur dalam perang puputan melawa Belanda.

Baca Juga: Bukan di Bali? Pura Tertua Indonesia Ada di Lumajang, Lokasinya di Timur Kaki Gunung Semeru Selalu Dirindukan Umat Hindu

Masyarakat Bali memaknai puputan dengan perang habis-habisan.

Ia merupakan Raja Kerajaan Klungkung, pendiri Kerajaan Klungkung di tahun 1686 sekaligus penerus Dinasti Gelgel.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman baliprov.go.id, Ida Dewa Agung Jambe yang berperan besar dalam perang puputan ini merupakan putra dari Dalem Di Made, Raja Kerajaan Gelgel.

Saat menduduki pemerintahan, Dalem Di Made memindahkan puri kerajaan ke Klungkung pada abad ke 17, sehingga Pulau Bali terbagi menjadi kerajaan-kerajaan kecil.

Baca Juga: 5 Fakta Helikopter Jatuh di Bali Karena Terlilit Tali Layangan: Kronologi, Spesifikasi hingga Kondisi Penumpang

Ida Dewa Agung Jambe berperang melawan Belanda pada Perang Puputan tanggal 28 April 1908.

Perang tersebut terjadi setelah pada pertengahan April di tahun tersebut Belanda melakukan patroli di Desa Gelgel. Aksi Belanda ini dinilai melanggar kedaulatan kerajaan hingga munculnya bentrokan.

Dalam aksi bentrok tersebut, 10 prajurit Belanda tewas termasuk sang pemimpin.

Hal ini membuat Belanda murka hingga kemudian memberikan ultimatum pada Raja Dewa Agung Jambe II.

Dalam ultimatumnya, Belanda meminta agar sang raja menyerahkan diri. Belanda juga mengancam akan melakukan penyerangan pada Kerajaan Klungkung dan memberi batas waktu sampai tanggal 22 April 1908.

Baca Juga: Janger Banyuwangi, Akulturasi Seni dan Budaya Jawa, Osing hingga Bali serta Keterkaitan Minak Jinggo dan Damarwulan

Halaman:

Tags

Terkini