Keragaman penemuan dalam Situs Liyangan tersebut menggambarkan masa-masa kejayaan dan kemajuan masyarakat yang berbudaya tinggi pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Pemukiman kuno yang berada dalam situs seluas 20 hektar ini terlindungi oleh material vulkanik dari bencana erupsi Gunung Sindoro pada masa lampau dan dan ditemukan dalam keadaan baik meski sudah terpendam selama ribuan tahun.
Situs Liyangan kini masuk sebagai salah satu Cagar Budaya dan dilindungi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah sejak ditetapkan pada tahun 2010 lalu.
Situs ini juga dibuka untuk umum yang berperan sebagai pusat penelitian dan edukasi. Berbagai penelitian arkeologi terus dilakukan hingga saat ini untuk mengungkap lebih dalam tentang sejarah Kerajaan Mataram Kuno.
Pengunjung Situs Liyangan dapat merasakan atmosfer kehidupan masyarakat Mataram Kuno di masa lampau, dengan menjelajahi sisa-sisa bangunan pemukiman kuno, candi, dan perundakan lengkap dengan sistem petirtaan, irigasi serta terasering area persawahan yang memukau.
Selain itu, situs ini juga menjadi tempat wisata edukasi bagi para pelajar dan masyarakat umum yang penasaran ingin mempelajari sejarah dan budaya Jawa Tengah.
Seiring waktu, Situs Liyangan ini makin dikenal masyarakat luas yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keberadaan Situs Liyangan ini menjadi pengingat kilas balik masa-masa kejayaan peradaban masyarakat pada zaman Kerajaan Mataram Kuno dan kekayaan budaya Jawa Tengah bernilai tinggi yang patut dibanggakan.***