jelajah

Siapa Syekh Jumadil Kubro Semarang? Sumber Keilmuan Wali Songo yang Dikenal dengan Tradisi Tasawuf

Senin, 15 Juli 2024 | 20:45 WIB
Makam Syekh Jumadil Kubro (Buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto )

SketsaNusantara.id - Sejarawan Nusantara sudah sepakat bahwa dakwah Islam, khususnya yang dibawa oleh para wali bercorak sangat damai, adaftif dan kental tradisi tasawuf.

Hal ini ditengarai karena corak yang dibawa para wali tersebut bersumber dari satu orang.

Orang tersebut dipercaya sebagai bapak para Wali Songo yakni Syekh Jumadil Kubro, yang disebut merupakan sumber keilmuan dari seluruh wali penyebar Agama Islam di Pulau Jawa.

Baca Juga: Lokasi Makam Mbah Panggung Tegal, Jejak Petilasan Peradaban Islam di Kota Tegal yang Ramai Peziarah Kubur, Mantan Murid Syekh Siti Jenar?

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari Buku "Atlas Wali Songo", karya Agus Sunyoto, Syeikh Jumadil Kubro menjadi salah satu tokoh terpenting penyebar islam di Nusantara dan juga Asia Tenggara.

Namun hingga kini masih terus terjadi perselisihan diantara para sejarawan tentang kisah hidup dari Syekh Jumadil Kubro 

Uniknya nama Syekh Jumadil Kubro hidup dalam cerita masyarakat dan dokumen kuno Nusantara meski belum ada bukti otentik untuk mengungkap identitas sosok Syekh Jumadil Kubro.

Siapa Syeikh Jumadil Kubro 

Menurut para ahli ada beberapa versi terkait siapa sebetulnya sosok Syekh Jumadil Kubro.

Baca Juga: Di Mana Makam Syekh Abdul Muhyi Pamijahan? Salah Satu Objek Wisata Religi Terkenal di Tasikmalaya

1. Raffles menyebutkan dalam "The History of Java", menyebutkan bahwa Syekh Jumadil Kubro bukanlah tokoh nenek moyang namun ia seorang pembimbing para wali yang pertama.

2. "Babad Tanah Jawi" menyebutkan bahwa Syekh Jumadil Kubro merupakan sepupu dari Sunan Ampel yang hidup sebagai pertapa di hutan dekat Gresik. Dalam cerita itu diyakini bahwa ia merupakan wali tertua asal Majapahit yang menyepi dan bertapa dilereng Gunung Merapi.

3. "Literature of Java" karya Th. Pigeud menyebutkan pada masa zaman kuno disebut ada empat orang suci beragama islam dimana satu diantaranya terdapat nama Syekh Jumadil Kubro selain nama Dada Pethak, Maulana Ishak dan Nyampo.

4. Martin Van Bruinessen dalam "Kitab Kuning, Pesantren Tarekat dan Tradisi-tradisi Islam di Indonesia", menyebutkan bahwa nama Syekh Jumadil Kubro yang mirip bahasa Arab melanggar tata bahasa Arab sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini