SketsaNusantara.id - Banyak versi yang menyebut mengenai apa saja penyebab dari runtuhnya Kerajaan Majapahit.
Salah satu versinya adalah Kerajaan Majapahit diserang oleh Kerajaan Demak yang saat itu sedang berada di bawah kekuasaan Raden Patah.
Sedangkan Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Raja Bhre Kertabhumi atau disebut dengan Raja Brawijaya V, dimana ia adalah ayah kandung dari Raden Patah itu sendiri.
Baca Juga: Inilah Nama Unik Ma Huan, Seorang Tiongkok Muslim yang Menulis Perjalanan Laksamana Cheng Ho
Kisah penyerangan Kerajaan Demak ke Majapahit tercatat dalam naskah Darmogandul dengan tema Sabdopalon dan beberapa tradisi lisan yang turun temurun di kalangan masyarakat.
Sebenarnya, fakta sejarah tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang akurat dan konkret bahwa peristiwa penyerangan itu mungkin terjadi.
Raden Patah dianggap sebagai anak yang durhaka dan tidak tahu balas budi kepada ayahandanya.
Padahal, Ayahnya Raja Bhre Kertabhumi sudah memberikan tahta kekuasaan untuk memimpin kerajaannya sendri, namun Raden Patah justru memilih untuk menyerang dan menghancurkan Kerajaan Majapahit.
Dilansir SketsaNusantara.id dari pernyataan Ustad Salim A.Fillah dari kanal Youtube Abdel Achrian, sebenarnya para wali tidak memperbolehkan Raden Patah menyerang Majapahit demi untuk menuntaskan dakwah Agama Islam.
Orang-orang Jawa selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk tidak berani melawan orang tua dan selalu berbakti pada mereka.
Baca Juga: Kenapa Pulau Sumatera Disebut Swarnadwipa? Inilah Asal-usul dan Sejarah Panjangnya
Jika Raden Patah menyerang Majapahit, masyarakat di Jawa kemungkinan besarnya tidak akan mau masuk dan menganut agama Islam yang dibawa oleh Raden Patah, karena dianggap sebagai agama anak yang durhaka.
Naskah atau Babad yang dijadikan sumber tertulis untuk mengetahui peristiwa di masa-masa kerajaan Jawa masa lampau biasanya digunakan untuk legitimasi raja agar hal buruknya dapat tertutup dari publik atau menggunakan kata kiasan.