jelajah

Misteri Runtuhnya Kerajaan Majapahit Selalu Dikaitkan dengan 'Sirna Ilang Kertaning Bumi', Ternyata Begini Makna Istilah Tersebut...

Minggu, 14 Juli 2024 | 09:51 WIB
Ilustrasi - Runtuhnya Kerajaan Majapahit. (unsplash.com/@motomoto sc.)

SketsaNusantara.id - Sepeninggal Hayam Wuruk yang merupakan raja pemersatu wilayah Nusantara yakni Kerajaan Majapahit, terjadi pertikaian besar antar anggota keluarga.

Kerajaan Majapahit terpecah menjadi 2 bagian, Kedaton Wetan dan Kedaton Kulon sebagai akibat dari perebutan kekuasaan di antara para putra keturunan raja.

Ketegangan tersebut semakin memanas dan pecah menjadi sebuah perang saudara di tanah Kerajaan Majapahit atau disebut juga sebagai "Perang Paregreg".

Baca Juga: Kenapa Pulau Sumatera Disebut Swarnadwipa? Inilah Asal-usul dan Sejarah Panjangnya

Perang itu terjadi bertahun-tahun yang semakin membesar dan akhirnya banyak merusak sendi-sendi kehidupan Kerajaan Majapahit.

Hal tersebut menyebabkan Majapahit kekuatannya kian lemah dan kerajaannya dibiarkan begitu saja tanpa ada yang mengurus.

Babad Tanah Jawi mencatat peristiwa itu sebagai masa keruntuhan Kerajaan Majapahit dan dalam sengkalan disebut "Sirna Ilang Kertaning Bumi" yang terjadi pada tahun 1400 Saka atau 1478 Masehi.

Baca Juga: 2 Kesaktian Pusaka Joko Tingkir Kyai Bajulgiling, Ditakuti saat Melawan Gerilyawan Majapahit

Dilansir SketsaNusantara.id dari Jurnal UNEJ yang berjudul "Sengkalan Memet : Makna Penanda dalam Bentuk Kalimat atau Gambar Indah sebagai Bahasa Komunikasi Seni", sengkalan sendiri adalah pemaknaan angka yang harus diterjemahkan secara terbalik

Pada sengkalan, kata pertama dan kedua yang berarti satuan dan puluhan dari tahun suatu peristiwa, sedangkan kata ketiga dan keempat menandai suatu abad ketika peristiwa itu terjadi.

Sengkalan "Sirna Ilang Kertaning Bumi", dimana kata sirna dan ilang diwakili dengan bilang nol, kerta diwakili bilangan 4, dan bumi mewakili bilangan 1.

Baca Juga: Apakah Laksamana Cheng Ho Seorang Muslim? Inilah Jejak Perjalanan dan Bukti Peninggalannya di Nusantara

Dengan demikian, "Sirna Ilang Kertaning Bumi" memiliki arti lenyap atau hilangnya kemakmuran di dunia atau lebih spesifik dengan peristiwa keruntuhan Kerajaan Mahapahit.

Pemakain kata pada sengkalan juga mempunyai kemampuan untuk menghadirkan semboyan, harapan, gambaran situasi maupun kondisi batin dari peristiwa yang terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini