SketsaNusantara.id - Mengenal peninggalan-peninggalan Sunan Giri, salah satu Wali Wongo yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Nusantara khususnya wilayah Gresik.
Sunan Giri merupakan putra dari Syekh Maulana Ishak dengan Dewi Sekardadu yang lahir di Blambangan, Jawa Timur pada tahun 1443 Masehi.
Sunan Giri memiliki nama asli Ainul Yaqin dengan beberapa julukan diantaranya Raden Paku, Joko Samudro, Abdul Faqih, dan Prabu Satmata.
Baca Juga: Asal Usul Panggilan ‘Mak’ untuk Ibu di Jawa, Ternyata Pengaruh dari Champa yang Dibawa Sunan Ampel
Sebutan namanya datang bukan tanpa alasan, dikutip SketsaNusantara.id dari islamic-cente.or.id, panggilan Prabu Samata merupakan suatu gelar kebesaran sebagai anugerah Tuhan ketika Sunan Giri yang menjabat sebagai penguasa atau raja di wilayah Giri Gresik.
Cara dakwah Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam begitu damai, dirinya mendirikan pesantren yang bertujuan untuk mendidik anak-anak hingga masyarakat dengan pengetahuan agama Islam.
Selain itu, menciptakan aransemen atau tembang islami serta permainan yang mengandung unsur-unsur agamis untuk pendekatan terhadap masyarakat.
Beberapa tembang ciptaan Sunan Giri yang begitu populer dan dapat didengarkan hingga sekarang adalah "Cublak-cublak suweng", "Dolanan Bocah", dan "Lir-ilir"
Selain karya-karya cipta, Sunan Giri dalam dakwahnya juga meninggalkan sejumlah peninggalan yang berharga.
Beberapa peninggalan tersebut kini menjadi monumen berharga dan menjadi objek religi yang terus dijaga, berikut adalah beberapa peninggalan Sunan Giri.
1. Masjid Sunan Giri